Suatu hari saya berniat berlibur akhir pekan dari Kecamatan Purwadadi menuju kampung halaman di Kecamatan Kawali.Hufh..bayangin aja cuy, masa kerjanya tiap hari selalu sampai malem..Tapi ternyata dalam perjalanan tersebut saya mendapatkan pelajaran yang cukup berharga. Sungguh indah, cara Allah mengajarkan umatnya.
Awal perjalanan dimulai dari Banjarsari menuju Ciamis menggunakan bus budiman. Bus yang ditumpangi cukup bersih dan nyaman, gag nyangka bakal mendapatkan bus yang cukup nyaman, mungkin gag terlalu berlebihan juga kalo ada sebuah pribahasa mengatakan "kalo sudah rejeki emang gag bakal kemana". Ternyata di tengah perjalanan tidak semulus yang di bayangkan, setelah mengisi bensin di daerah karangkamulyan sang bus tenyata tiba-tiba tidak bisa di starter, akhirnya beberapa penumpang pria termasuk saya turun dan bersama-sama mendorong bus tersebut. alhamdulillah setelah sekitar setengah meter mesin bus kembali menyala. Positif thinking aja dah, satu lagi pelajaran hidup yang bisa saya ambil. Dalam sebuah perjalanan baik karir maupun kehidupan pribadi kita pasti akan menghadapi sebuah permasalahan atau kesulitan, dan pastinya kesulitan tersebut akan terasa lebih ringan jika kita berusaha semaksimal mungkin mencari solusinya.
Saat akan menuju kawali, saya berniat untuk menggunakan bus jurusan tasik-cirebon. akhirnya bus yang ditunggupun tiba, namun apa yang terjadi, karena bus tersebut berjalan cukup kencang akhirnya sang sopir kebablasan mengerem dan saya pun terlambat memberi isyarat karena posisi berdiri saya waktu itu agak terhalang oleh sebuah spanduk yang dipasang di depan sebuah pertokoan. Hufh, mungkin emang bukan rejekinya kali...dan akhirnya ku putuskan untuk menaiki mobil elf yang tiba setelah bus tersebut berlalu. Tragisnya, mobil elff tersebut sarat dengan penumpang, akhirnya saya pun kebagian duduk di tempat yang kurang nyaman..dalam hati saya menggerutu "mungkin rejekinya sopir elf kali, niat hati ingin naik bus, ternyata takdir mengatakan lain, Allah mengalihkan rejeki sopir bus kepada sopir elf, dibilangin kalo sudah rejeki emang gag bakalan kemana" :-)
Pulang dari Kawali menuju Purwadadi saya menggunakan bus jurusan pangandaran dan turun di pasar banjarsari. Waktu itu rencananya saya akan dijemput oleh salah seorang teman saya menggunakan kendaraan kantor. Namun karena ada sedikit kesalah pahaman, daripada menunggu terlalu lama akhirnya saya memutuskan untuk menaiki ojek yang ada disekitar "hm, niat hati ingin mengirit anggaran malah ngasih rejeki untuk tukang ojek, mungkin sudah rejekinya kali yah..". Setelah sepakat masalah harga, akhirnya saya dan tukang ojek tersebut melaju menuju arah kantor. Naasnya, ditengah jalan ban motor tersebut bocor dan otomatis saya harus menunda perjalanan dan hanya membayar setengah ongkos. dan menunggu jemputan kendaraan kantor sekitar 20 menit Subhanallah, niat hati ingin memberi ongkos penuh kepada tukang ojek tersebut, ternyata kalo memang rejekinya tukang ojek tersebut hanya setengah dari harga kesepakatan, siapapun tak dapat menolaknya. Allahua'lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar