Happy 2nd Wedding Anniversary
27 Oktober 2014
Sakinah Mawaddah Warohmah selalu ya..
Aamiin Yaa Robb
#latepost
Dengan mengendarai kendaraan roda dua, kami tiba di rumah sakit Happy Land, setelah melakukan pendaftaran, istri saya dibawa ke ruang Unit Gawat Darurat. setelah di cek ini itu, ternyata belum ada bukaan. Istri saya juga sempat dibawa ke ruang melahirkan untuk pengecekan detak jantung dekboy yang masih didalam rahim. Alhamdulillah detak jantungnya aman..meskipun begitu, pihak rumah sakit langsung meminta kami untuk segera mengurus kamar untuk rawat inap. dapatlah kamar 304. namun saat itu kami belum bisa menempati kamar tersebut, jadi kami sementara ditempatkan di kamar 205. mungkin jika sewaktu-waktu siap melahirkan tidak susah untuk membawa istri saya ke ruang bersalin yang berlokasi di lantai 2. well acara menegangkan sedikit berkurang setelah memasuki kamar 205. saat itu kami sekeluarga hanya bisa berdoa dan berdoa karena istri saya keukeuh ingin melahirkan secara normal.
Sebelum pukul 09.00 kami diberikan penawaran untuk melakukan induksi dengan pil. setelah berdiskusi, akhirnya istri saya menyepakati untuk mengambil tindakan induksi. Saya sempat khawatir karena pasti istri saya akan merasakan kesakitan saat di induksi nanti. pukul 09 tepat setelah mengisi surat perjanjian, induksi pertama dilakukan dengan memasukan 1/8 pil kedalam vagina istri saya. menunggu 6 jam ternyata belum ada bukaan juga..saat itu istri saya masih penasaran untuk mencoba lagi induksi tahap dua dengan memasukan 1/8 pil. istri saya tau rasanya memang pasti sakit, tapi karena semangat ingin lahir normal, keputusan itupun diambil.
Dini hari itu kami meminta waktu sebentar untuk berdiskusi mengenai keputusan operasi caesar. Istri saya tak henti-hentinya menangis karena perjuangannya menahan sakit untuk melahirkan secara normal pupus sudah karena sama sekali tak ada bukaan meskipun telah di induksi dengan cara infus. Saya hanya bisa memeluk istri saya sambil menguatkan istri agar ia siap menghadapi operasi caesar.
Nah Film yang kedua juga cukup memberikan inspirasi nih..terutama bagi para pegawai yang masih ragu untuk menyuarakan hak-hak mereka terhadap pengambil kebijakan. Film ini menggunakan latar tahun 1968 di perusahaan otomotif Ford. Pada saat itu bayaran untuk pekerja pria dan wanita berbeda. karena dianggap lemah, pekerja wanita dibayar dengan bayaran yang lebih rendah. Sampai akhirnya Rita O'Grady bersama para pekerja perempuan lainnya melakukan mogok kerja, berdemo, bahkan menemui pimpinan perusahaan dan meminta kepada mentri yang menangani pekerja (mungkin kayak menperindag kali ya..) untuk merubah undang-undang yang mengatur hak dan kewajiban buruh. Aksi yang dilakukan Rita tidak mulus, ia harus bertengkar dengan sang suami karena sang suami merasa Rita kurang memperhatikan keluarga selama melakukan aksi protesnya. Rita juga harus berselisih dengan salahsatu kawannya yang akhirnya mundur karena suami sang kawan bunuh diri akibat frustasi. Rita juga harus menerima cacian dari para lelaki karena akibat aksi mogoknya tersebut perusahaan menghentikan produksinya sementara, dan akhirnya kaum lelaki pun ikut dirumahkan. Untuk yang suka film action mungkin film ini agak sedikit membosankan, tapi percayalah, meski minim action, film ini bagus kok. hehe..prromosi banget!
