Jumat, 18 November 2011

Kerikil

Apa yang anda rasakan ketika suatu saat anda sedang berjalan tanpa alas kaki, lalu kaki anda tersandung batu kerikil. terlepas kerikil tersebut besar atau kecil, secara refleks kaki kita pasti akan merasakan sakit. Begitu halnya dengan perjalanan hidup dan karir. Pastinya ada banyak kerikil kecil dan besar menyertai perjalanan hidup dan karir kita. Bagi orang yang memiliki jiwa pemenang tentunya kerikil-kerikil tersebut bukanlah sebuah masalah yang berarti, karena mereka sadar bahwa setiap kaki kita sakit karena tersandung kerikil, ada obat yang mampu menyembuhkan rasa sakit kita.

Sadar akan  adanya obat yang mampu menyembuhkan, janganlah jadi orang yang cengeng dan rapuh. Bukankah Rasulullah telah menegaskan bahwa seorang mu'min yang kuat itu lebih baik dan dicintai Allah daripada mu'min yang lemah. Jadilah orang yang tangguh seperti karang, meski ombak keras menghantamnya berulang kali, ia tetap kokoh.

Jangan ciut hanya karena ejekan, cemoohan, atau hinaan yang datang bertubi-tubi., selama apa yang kita lakukan tidak menyimpang dari syari'at islam. Malulah terhadap Allah daripada terhadap manusia. Allah itu pemilik manusia, Ia maha segalanya, sedangkan manusia hanyalah mahluk lemah yang dikendalikan Allah. Sejahat apapun rencana manusia, jika Allah tidak berkendak, makan tak ada yang tak mungkin bagi Allah.

Semoga catatan singkat ini bisa menjadi bahan renungan dan penyemangat hidup agar kita lebih percaya diri dan kembali semangat dalam menjalani hidup.Al-haqqu mirrobbika falaa takuunanna minal mumtariin.


0 Komentar: