21 Oktober 2014
Pagi hari saya tiba di stasiun Tugu Yogyakarta. Saya dijemput ibu mertua dan langsung meluncur menuju rumah di Condongcatur. Rencananya saya akan berada di Yogyakarta selama dua hari. namun tiba-tiba saya harus merubah rencana saya, karena pukul 11.00 ketuban istri saya bocor..jadi gak tega dong besoknya langsung berangkat lagi ke jakarta..sempat sedih dan panik waktu itu..tapi alhamdulillah masih bisa dikendalikan.
Akhirnya setelah shalat dzuhur, saya, istri, dan ibu mertua memeriksakan kandungan ke bidan Endang di perumnas minomartani. Istri saya diperiksa dengan sebuah alat seperti testpack untuk mengetahui kandungan cairan yang ada di area vagina istri saya. ternyata benar, air tersebut adalah air ketuban..maka dengan segera sang bidan membuat surat rujukan bagi istri saya untuk segera dibawa ke Rumah Sakit Happy Land.
Dengan mengendarai kendaraan roda dua, kami tiba di rumah sakit Happy Land, setelah melakukan pendaftaran, istri saya dibawa ke ruang Unit Gawat Darurat. setelah di cek ini itu, ternyata belum ada bukaan. Istri saya juga sempat dibawa ke ruang melahirkan untuk pengecekan detak jantung dekboy yang masih didalam rahim. Alhamdulillah detak jantungnya aman..meskipun begitu, pihak rumah sakit langsung meminta kami untuk segera mengurus kamar untuk rawat inap. dapatlah kamar 304. namun saat itu kami belum bisa menempati kamar tersebut, jadi kami sementara ditempatkan di kamar 205. mungkin jika sewaktu-waktu siap melahirkan tidak susah untuk membawa istri saya ke ruang bersalin yang berlokasi di lantai 2. well acara menegangkan sedikit berkurang setelah memasuki kamar 205. saat itu kami sekeluarga hanya bisa berdoa dan berdoa karena istri saya keukeuh ingin melahirkan secara normal.
22 Oktober 2014
Sehari berlalu tanpa ada bukaan, saya dan keluarga masih berharap istri saya tetap bersabar menanti keajaiban. kami sempat khawatir janin yang ada di dalam rahim istri saya kekeringan air ketuban karena rembes.makanya saya dan ibu mertua sangat mewanti-wanti kepada istri agar tidak terlalu banyak bergerak. sempat kepikiran untuk segera ambil tindakan operasi caesar karena jarak rembesan ketuban sudah lebih dari 1x24 jam. namun saat itu kami sekeluarga lagi-lagi masih berharap keajaiban karena belakangan rembesan air ketubannya semakin sedikit.
Sebelum pukul 09.00 kami diberikan penawaran untuk melakukan induksi dengan pil. setelah berdiskusi, akhirnya istri saya menyepakati untuk mengambil tindakan induksi. Saya sempat khawatir karena pasti istri saya akan merasakan kesakitan saat di induksi nanti. pukul 09 tepat setelah mengisi surat perjanjian, induksi pertama dilakukan dengan memasukan 1/8 pil kedalam vagina istri saya. menunggu 6 jam ternyata belum ada bukaan juga..saat itu istri saya masih penasaran untuk mencoba lagi induksi tahap dua dengan memasukan 1/8 pil. istri saya tau rasanya memang pasti sakit, tapi karena semangat ingin lahir normal, keputusan itupun diambil.
Sekitar pukul 15 sore, induksi kedua pun dilakukan. Kami terus memperbanyak doa menguatkan istri yang sesekali merasa kesakitan saat adanya kontraksi. Bahkan kali ini istri saya melaksanakan shalat dengan cara duduk karena kondisinya semakin melemah akibat kontraksi yang tiba sewaktu-waktu. Pukul 21 malam tepat 6 jam induksi pil tahap dua, dokter datang ke ruangan untuk mengecek bukaan pada vagina istri saya. lagi-lagi belum ada bukaan..subhanallah bukan main kecewanya istri saya..kami yang menyaksikan tak henti-hentinya memberikan semangat dan doa. Sampai akhirnya malam itu dokter memberikan penawaran induksi terakhir dengan menggunakan infus. lagi-lagi kami harus menandatangani surat persetujuan untuk tindakan tersebut.
1 labu infus digantung pada pengait. Awalnya istri saya belum merasakan efek dari induksi infus tersebut. selang 30 menit barulah terlihat efeknya. tiap 10 menit istri saya merasakan kesakitan yang amat sangat. saya yang berada di sebelah tempat tidur istri bahkan tak henti-hentinya dijambak, dan diremas oleh tangan istri saya karena menahan sakit. saya tak kuasa menahan tangis melihat istri saya kesakitan. beberapa kali istri saya sempat putus asa. istri saya masih tetap ingin melahirkan normal karena belum siap melakukan operasi caesar. kejadian itu terus berulang sampai akhirnya infus habis dan sang perawat kembali menawarkan, apakah akan dilanjutkan pada labu kedua atau tidak, karena saat itu sama sekali tidak ada tanda-tanda bukaan. Jika tidak dilanjutkan pada labu kedua, maka otomatis istri saya harus melahirkan dengan cara caesar.
23 Oktober 2014
Dini hari itu kami meminta waktu sebentar untuk berdiskusi mengenai keputusan operasi caesar. Istri saya tak henti-hentinya menangis karena perjuangannya menahan sakit untuk melahirkan secara normal pupus sudah karena sama sekali tak ada bukaan meskipun telah di induksi dengan cara infus. Saya hanya bisa memeluk istri saya sambil menguatkan istri agar ia siap menghadapi operasi caesar.
Keputusan caesar telah dipilih, namun ternyata operasi tidak bisa dilakukan pada dini hari itu juga. karena dokter anestesi sebagian sedang keluar kota, dan sebagiaan lain masih manangani pasien di tempat lain. keputusan jam operasi baru kami peroleh sekitar pukul 04 dini hari. saat itu perawat menyampaikan bahwa proses operasi baru bisa dilakukan pada tanggal 23 oktober 2014 pukul 09.00.
Pukul 08.30 istri saya sudah dibawa ke ruang operasi. tangannya agak dingin..tapi saya lihat istri saya masih bisa memberikan senyumnya pada saya dan ibu mertua sebelum akhirnya didorong kedalam ruang operasi oleh perawat.
Pukul 09.31 saya dipanggil oleh salah satu perawat untuk mengisi surat tanda lahir, itu tandanya bayi dalam kandunan istri saya sudah berhasil dilahirkan..sujud syukur pun tak kuasa saya lakukan atas karunia yang tak terhingga tersebut. Subhaanallah walhamdulillaah walaa ilaaha illallaah allaahu akbar..rasa haru dan bahagia saya dan ibu mertua semakin menggelora saat mendengar tangisan buah hati pertama kami di gendong oleh perawat keluar. Puji syukur pada-Mu ya Allah...Alhamdulillah..
Kami menamai putera pertama kami dengan nama KENZIE HASBY ANDARO (Pemimpin bijaksana yang pemberi dan berseri). Semoga tumbuh menjadi anak yang soleh, sehat, luas rejekinya, dan qurrota a'yun. Aamin Yaa Robb. :-)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar